Asal Kambing Etawa

kambing etawa

Para Pembaca yang budiman, kali ini kami ingin menjawab beberapa pertanyaan dari Penelpon kami tentang kambing etawa. Mereka ingin tahu lebih jauh tentang kambing etawa. Pertanyaan mereka seperti ini; “Dari mana asal kambing etawa ?”. Dan bersama ini kami akan mencoba menjelaskan pertanyaan tersebut

Kambing Etawa berasal dari India. Namun di India namanya bukanlah kambing etawa, melainkan kambing Jamnapari. Jamnapari adalah kambing yang sangat terkenal di India sebagai kambing perah terbaik. Tempat asalnya disebut “Pari” yang berarti anggun. Karena kambing ini memiliki penampilan yang menarik dengan badannya yang tinggi, lehernya panjang, langkahnya anggun, dan wajahnya yang selalu tersenyum. daerah asalnya adalah Cakarnagar, Negara Bagian Utara Prades. Sedangkan habitatnya di sepanjang daratan antara sungai Jamuna dan Sungai Cambal. Terdapat pula di sepanjang sungai Kwari di Districk Bhind, negara bagian Madya Prades yang berada di sebelah timur kota Delhi (dekat Taj Mahal). Jamnapari sendiri mempunyai arti Keanggunan Jamuna.

jamnapari telah lama beradaptasi dengan habitatnya tersebut yang sangat subur dan banyak tumbuh tanaman nan hijau. akibatnya dia tidak mampu hidup di tempat lain, sehingga Jamnapari tidak bisa di temukan di daerah lain. Habitat mereka terbentang antara Districk Etawah ke arah tiur menyeberangi sungai Jamuna seluas lebih dari 85.000 hektar. Keadaan tanahnya berlembah dan berjurang dengan kedalaman antara 5 meter sampai dengan 30 meter. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 120F, dan pada musin dingin mencapai 25F dengan curah hujan 30 inchi.

Lembah-lembah tersebut ditutupi padatnya tanaman hijau yang sangat subur, antara lain: bajara, Gram, Plum, Babool, akasia, Hingota, Cobgkra, dan arhar. Dan semua tumbuhan tersebut sangat tergantung pada curah hujan, karena tidak ada saluran irigasi di sana.

Warna utama Jamnapari yang sangat didambakan adalah Putih Bersih. Bulunya pendek, kecuali pada bagian paha dan kaki belakang yang berbulu panjang. Hidungnya melengkung atau bengkok. Tanduknya menjulang ke atas. Jamnapari dewasa panjang tanduknya bisa mencapai 25 m. Telinganya terjuntai panjang. Lehernya panjang dan kuat, dan selalu tegak lurus. Punggungnya melengkung ke bawah dan sangat kuat. Ekornya pendek, seperti ekor kelinci, dan selalu berdiri ke atas. Kombinasi tampilan tersebut membuat Jamnapari betul-betul nampak sangat anggun.

Telinganya yang menjuntai panjang kebawah merupakan ciri yang sangat unik dan menjadi dasar perilakunya yang nampak sangat aneh. Pada anak Jamnapari yang baru berumur sekitar enam bulan, telinganya bisa mencapai 20 cm, sedangkan pada Jamnapari deawasa bisa mencapai 30 cm. Sehingga telinganya selalu jauh lebih panjang dari pada panjang wajahnya. Pada saat kepala kambing ini menunduk, maka telinganya akan menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum mulutnya menyentuh tanah. Bahkan telingan yang panjang tersebut juga akan menutupi kedua belah matanya saat menunduk untuk menggigit rumput yang berada di tanah.

Rahang atas jamnapari selalu lebih pendek dari pada rahang bawahnya. Hal ini juga menjadi ciri utama Jamnapari, yang juga mempersulit bahkan tidak mungkin dirinya memakan rumput yang pendek di tanah. Hal ini tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi Jamnapari, sehingga dengan sendirinya Jamnapari lebih merasa nyaman untuk memakan ujung rumput yang tinggi, dedaunan di semak-semak, atau bahkan dedaunan yang tumbuh tinggi.

Jamnapari yang dipelihara oleh masyarakat setempat umumnya pada pagi hari diberi pakan yang berupa campuran berbagai bijian dan hijauan, kemudian dilepas untuk merumput sepanjang hari. Betina yang hamil tidak diijinkan keluar kandang untuk merumput. Mereka tetap tinggal dikandang dan diberi makanan special untuk kambing hamil yang terdiri dari Bajra, Barley, Jowar, dan gandum. Sedangkan anakan jamnapari dibiarkan menyusu pada induknya sampai dengan usia tiga bulan. Induk yang menyusui juga mendapat ransum makanan yang special agar susunya membesar montok sehingga produksi susunya melimpah. Pada saat lahir berat kambing jamnapari yang betina sekitar 3 kg, enam bulan kemudian beratnya mencapai 15 kg, dan setahun kemudian beratnya mencapai 30 kg. Sedangkan yang jantan saat lahir beratnya sama dengan betina yaitu sekitar 3 kg, namun laju pertumbuhan beratnya sangat cepat yaitu 1 kg / minggu sampai dengan usia 3 bulan, kemudian 1 kg/ sepuluh hari. Pejantan Jamnapari bisa mencapai berat lebih dari 40 kg pada usia setahun.

Bagaimana Jamnapari Masuk ke Indonesia ?

Orang asing yang pertama kali membawa Jamnapari keluar dari daratan India adalah bangasa Inggris yang menjajah daratan India pada jaman dahulu. jamnapari di bawa ke daratan Eropa, kemudian dikawinsilangkan dengan beberapa kambing lokal Inggris yang sekarang sangat populer dengan sebutan Anglo Nubian.

Dari daratan Eropa inilah Jamnapari kemudian menyebar keseluruh penjuru dunia, bersamaan dengan menyebarnya kapal dagang bangsa-bangsa Eropa yang berlayar dan berniaga keseluruh penjuru dunia. Di Amerika, Jamnapari diakui sebagai nenek moyangnya kambing American Nubian, yang terkenal banyak susunya.

pada jaman kompeni dulu, kapal dagangnya VOC jika berlayar ke daratan Indonesia selalu datang dalam keadaan kosong ruang kargonya. Ruang kargo yang kosong ini akan diisi rempah-rempah dan hasil bumi lainnya, untuk kemudian dibawa ke daratan Eropa.

Pada suatu pelayaran kapal dagang VOC dari negara Belanda menuju Pulau Jawa di Indonesia, ada sepasang Suami Istri penumpang bangsa belanda. Mereka adalah pejabat perkebunan dari Belanda yang akan ditugaskan di Pulau Jawa sebagi pengawas perkebunan yang biasa disebut Tuan Amtenar atau Juragan Kontrol. Mengrtahui kekosongan ruang kargo di kapal tersebut, maka pasangan tersebut membawa beberapa pasang Kambing Jamnapari peliharaan mereka yang sangat disayangi yang tidak ingin ditinggalkan di Belanda. Sehingga mereka bawa untuk dipelihara di tempat tugasnya yang baru yaitu di Pulau Jawa, tepatnya di perkebunan yang berada di Jawa Tengah.

Pasangan tersebut selalu kambing peliharaannya sebagai kambing asal Etawah, dan selalu memperkenalkan kambing kepada masyarakat di Jawa Tengah sebagai kambing Etawah, dan masyarakat Jawa Tengah menyebutnya dengan Kambing Etawa tanpa bunyi huruf H.

seiring berjalannya waktu dan untuk menjaga polpulasi kambing jamnapari, maka kambing Jamnapari dikawinkan dengan kambing-kambing lokal. Dan berkembang biak sampai sekarang yang lebih kita kenal dengan sebutan Peranakan Etawa (Kambing PE).

Demikian kiranya sejarah singkat Kambing Etawa yang berasal dari keturunan kambing Jamnapari dari India. Semoga menambah wawasan kita semua tentang Asal usul Kambing Etawa. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Pengertian Susu Kambing

kambing etawa

Susu kambing etawa adalah susu yang terbuat dari susu kambing etawa asli yang diperoleh dari peternakan susu kambing etawa di Jawa Tengah. Kambing yang di budidayakan adalah kambing etawa yang sudah sangat terkenal dengan kwalitas dan khasiatnya. Yang mana kambing tersebut merupakan hasil kawin silang antara kambing dari India yang diberi nama Jamnapari dan kambing Lokal. Maka hasil perkawinan silang tersebut menghasilkan peranakan Etawa ( PE ). Kambing Peranakan Etawa berciri khas kepala hitam. Akan tetapi postur tubuh dan susu yang dihasilkan seperti kambing Jamnapari dari India tersebut.

Dari Hasil budidaya inilah kami mengolah susu kambing etawa cair menjadi bubuk instan siap saji. Dengan cara proses penghilangan air sebanyak-banyaknya. dengan proses dan formula tertentu kami mengolahnya sehingga susu kambing etawa ini dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi nutrisi tambahan yang baik bagi mereka.

Adapun tujuan dari proses kristalisasi tersebut mempunyai tujuan yaitu :

  1. Agar lebih praktis. Jika susu kambing etawa tersebut berbentuk cair, maka akan sangat tidak praktis. Karena ketika akan mengkonsumsi memerlukan alat masak sebelum diminum. Dan Jika diminum dalam keadaan cair, haruslah susu dalam keadaan beku. Karena ketika mencair, susu tersebut sudah tidak layak minum atau bahkan bisa menimbulkan racun.
  2. Agar lebih awet / tahan lama. Susu kambing etawa bubuk akan memiliki daya tahan yang lebih lama. yaitu sampai dengan 15 bulan. Jika susu kambing etawa tersebut dalam bentuk cair, maka daya tahan hanya 6 hari setelah diperas.

Demikian yang sedikit ini kami sampaikan tentang pengertian susu kambing etawa, semoga dapat menambah wawasan anda, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih

Kandungan senyawa susu kambing etawa

kandungan susukambing etawa

Dalam postingan kali ini perlu bapak / Ibu ketahui kandungan senyawa yang terkandung dalam susu kambing etawa. Menurut hasil banyak penelitian, ternyata susu kambing mempunyai banyak senyawa yang sangat baik untuk tubuh kita. Senyawa-senyawa tersebut antara lain :

  1. Zincum (Zn) : Pembentuk system kekebalan tubuh. 
  2. Mineral Alkaline : Baik untuk penderita Maag Kronis. 
  3. Flourin+Betakasein : Penderita Bronchitis, Asma, TBC, Pneumonia. 
  4. A2-betakasein dan Asam Amino Esensia : Pembentuk insulin berguna bagi penderita diabetes. 
  5. Cynokobalamin : Pembentuk zat HB bagi penderita demam berdarah, Anemia, Thalasemia. 
  6. Kalium (K) : Penderita Arteriosclerosis, Tekanan Darah Tinggi mapun Tekanan Darah Rendah 
  7. Enzim Xanthine Oxydase dan Niasin (Vit B3) berfungsi mengatasi sel Kanker / Tumor dan mengurangi efek toksis kemoterapi.
  8. Kalsium : Membantu pertumbuhan tulang dan mencegah Osteoporosis. 
  9. MCT (Medium Chain Trygliseride) : Berguna bagi program Dietary dan penyembuhan akibat Stroke. 
  10. Lactoglobulin : Penahan Protein penyebab alergi.  
  11. Riboflavin (Vit B2 ) dan B3 yang menumbuh kembangkan sel otak dan sel system saraf sehingga baik bagi kecerdasan anak dan menurunkan serangan migrain.

Itulah senyawa-senyawa yang terkandung dalam susu kambing etawa. Semoga dengan informasi tersebut semakin menambah wawasan dan kemantaban Bapak / Ibu untuk mengkonsumsi susu kambing etawa

Asal usul kambing etawa

kambing etawa
Bapak/ibu yang kami hormati, Dalam dunia bisnis kita harus mampu menganalisa pasar, salah satunya adalah analisa tentang trend pasar. Dan alhamdulillah dalam perjalanan analisa kami, kami temukan trend pasar yang insyaAllah akan berkembang terus menerus. Yaitu bisnis susu kambing etawa bubuk organik. Karena kami pikir susu kambing belum ada yang dibuat bubuk sehingga mampu bertahan lama. Mengapa kami tertarik memproduksi susu kambing ? salah satunya karena susu kambing memang sangat baik bagi kesehatan. Sebelum mengetahui lebih banyak tentang manfaat susu kambing, kami mengajak bapak ibu untuk mengetahui terlebih dahulu sejarah susu kambing etawa. Peranakann Etawa adalah nama jenis Kambing Perah yang banyak terdapat di Jawa Tengah. Mengapa banyak di Jawa Tengah, mengapa namaya Peranakan Etawa kemudian menjadi populer dengan sebutan Kambing PE, sudah banyak yang membahas dan menulisnya menurut versinya masing-masing.Akan tetapi berikut kami sampaikan tentang kambing etawa menurut studi kami.

 

 Jamnapari sangat terkenal sebagai Kambing Perah terbaik di India, ditempat asalnya kambing ini biasa di sebut sebagai “Pari”, yang kira-kira berarti Anggun , karena penampilannya memang tinggi, lehernya jenjang, langkahnya anggun, wajahnya selalu tersenyum.

Daerah asalnya adalah di Cakarnagar, yg beda di District ETAWAH, Negara Bagian Utar Prades. Habitatnya di sepanjang daratan (delta) antara sungai Jamuna dan Sungai Cambal. Dan juga di sepanjang sungai Kwari di Districk Bhind, negara bagian Madya Prades, yang berada di sebelah timur kota Dehli (deket Taj Mahal) merupakan tempat asalnya kambing PE. Perlu Bapak ibu ketahui, ternyata di India kambing PE namanya bukan kambing Etawah tapi Jamnapari, yang artinya Keanggunan Jamuna.

    Jamnapari telah lama menyesuaikan atau beradaptasi dengan tempat habitatnya tersebut di atas, yang sangat subur dan banyak tumbuh hijauan. Akibatnya dia tidak mampu hidup di tempat lainnya, sehingga Jamnapari tidak bisa di temukan di daerah lainnya.

   Habitat mereka terbentang antara Districk Etawah kearah timur, menyeberangi sungai Jamuna seluas lebih dari 85.000 hektar. Keadaan tanahnya berlembah lembah dan berjurang jurang dengan kedalaman  antara 5 meter sampai dengan 30 meter. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 120F, pada musim dingin 25F, dengan curah hujan kira-kira 30 inchi.

     Lembah-lembah tersebut tertutupi oleh padatnya berbagai tanaman hijauan yang sangat subur, yang antara lain: Bajara – Gram – Plum – Babool – Akasia – Hingota – Congkra – Arhar. Dan semua tumbuhan tersebut sangat tergantung pada curah hujan, karena tidak ada saluran irigasi yang saya lihat

    Warna utama Jamnapari yang sangat di dambakan adalah Putih Bersih . Bulunya pendek, kecuali pada bagian paha dan kaki belakang yang berbulu panjang.Hidungnya melengkung atau bengkok, seperti hidungnya tentara Romawi. Tanduknya menjulang ke atas, pada kambing dewasa panjang tanduknya bisa mencapai 25 cm. Kupingnya terjuntai panjang. Lehernya panjang dan kuat dan selalu lurus tegak. Punggungnya melengkung ke bawah dan sangat kuat. Ekornya pendek , seperti ekor kelinci, dan selalu ngacung ke atas. Kombinasi tampilan tersebut , membuat Jamnapari betul-betul nampak sangat anggun.

      Kuping yang menjuntai panjang kebawah, merupakan ciri yang sangat unik dan menjadi dasar perilakunya yang nampak sangat aneh. Pada anak Jamnapari yang baru berumur sekitar enam bulan, kupingnya bisa mencapai 20 cm panjangnya, sedangkan pada yang dewasa panjangnya bisa mencapai lebih dari 30 cm. Sehingga kupingnya selalu jauh lebih panjang dari pada panjang wajahnya. Pada saat kepala kambing ini menunduk, maka kupingnya akan menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum mulutnya menyentuh tanah, bahkan kuping yang panjang tersebut juga akan menutupi kedua belah matanya saat menunduk untuk menggigit rumput yang berada di di tanah.

     Rahang atas Jamnapari selalu lebih pendek dari pada rahang bawahnya. Hal ini juga menjadi ciri utama Jamnapari, yang juga mempersulit bahkan tidak memungkinkan dirinya untuk memakan rumput pendek di tanah. Hal ini tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi Jamnapari, sehingga dengan sendirinya Jamnapari lebih merasa nyaman untuk memakan ujung/pucuk rumput yang tinggi, dedaunan di semak-semak atau bahkan dedaunan pada tumbuhan yang tinggi.

     Jamnapari yang di pelihara oleh masyarakat setempat, umumnya pada pagi hari  di beri pakan konsentrat yg berupa campuran berbagai bijian dan hijauan, kemudian di lepas untuk merumput sepanjang hari. Betina yang hamil tidak di ijinkan keluar kandang untuk merumput, mereka tetap di kandang dengan diberi makanan special untuk ibu hamil, yang terdiri dari bajra, barley, jowar, gandum.

     Anakan di biarkan menyusu pada induknya sampai dengan usia tiga bulan. Induk yang menyusui juga mendapat ransum makanan special, agar susunya membesar montok sehingga  produksi susunya melimpah. Pada saat lahir berat kambing Jamunapari yang  betina sekitar 3Kg, enam bulan -15 Kg, setahun 30 Kg. Sedangkan yang jantan saat lahir beratnya sama dengan yang betina sekitar 3Kg, namun laju pertambahan beratnya sangat pesat yaitu 1Kg/minggu sampai dengan usia 3 bulan, kemudian 1Kg /sepuluh hari. Pejantan Jamnapari bisa mencapai berat lebih dari  40 Kg pada usia setahun

   Betina mulai hamil pada usia 18 bulan , dan melahirkan untuk pertamakalinya pada usia 23 bulan. Umumnya beranak kembar, namun beranak tiga ataupun empat sering juga terjadi.

     Pemilihan bibit untuk indukan harus melalui beberapa kriteria yang rumit dan susah. antara lain :

  1. Yang pertama adalah warna harus putih bersih, dan ini tak bisa di tawar-tawar lagi. 
  2. Pejantan harus berasal dari Ibu yang sudah berumur tua, dan tidak boleh dari kelahiran pertama kedua dan ketiga, jadi harus dari kelahiran ke empat atau lebih. 
  3. Tanduk tidak boleh yang lurus, tapi harus melengkung  ke atas, melengkung kebawah juga tidak boleh. 
  4. Bulu harus pendek dan bersinar mengkilap,  bulu yang di paha dan kakibelakang harus panjang. 
  5. Hidung harus melengkung seperti hidung orang romawi, yang jantan harus berjanggut. 
  6. Tidak boleh ada warna hitam terutama pada hidung dan kepala.

   Jika harus mengikuti persyaratan ini maka tidak ada satupun PE yang memenuhi persyaratan sebagai bibit yang baik, dengan arti kata lain PE sudah tidak di akui lagi sebagai turunan Jamnapari, berarti sudah menjadi jenis atau ras atau strain tersendiri yang berasal dari Indonesia

    Pemeliharaan Jamnapari betina dan anakannya menjadi tanggung jawab sepenuhnya kaum wanita dalam keluarga, sedangkan yang jantan menjadi tanggungjawab kaum lelaki dalam keluarga. Dengan sendirinya kaum wanita akan menjadi lebih sibuk, mereka harus menyediakan makanan kambing, memandikan, membersihkan kandang, dll. Para wanita jauh lebih mahir dalam membantu kelahiran kambing, serta menangani ibu dan anaknya paska melahirkan.

   Para wanitalah yang sebetulnya memegang peran utama dalam pemeliharaan kambing Jamnapari, kaum lelakinya hanya menangani yang jantan, untuk kemudian nampang bersama kambing jantan peliharaannya pada kontes-kontes yang sering diadakan oleh masyarakat setempat.

     Pembelian kambing juga menjadi tanggung jawab kaum lelaki, sedangkan untuk penjualan kaum wanita dan lelaki mempunyai hak suara yang sama. Nah disini  keributan sering terjadi, karena para wanita biasanya sangat menyayangi ternak kambingnya, mereka enggan menjualnya kecuali keadaan sangat mendesak. Sedangkan kaum lelaki lebih mengutamakan masalah keuangan, sehingga selalu ingin menjual ternak kambingnya secepat mungkin.

Kemahiran ketekunan keuletan seorang wanita muda dalam memelihara ternak kambing Jamnapari, sangat di hargai dan di puja oleh masyarakat setempat. Terutama oleh kaum lelaki, si wanita tersebut dianggap “pabrik duit” dan “sumber kehormatan”, yang dapat menaikan harkat dan martabat kaum lelaki tersebut.

      Permasalahan yang di hadapi para peternak kambing Jamnapari di tempat asalnya, hampir sama dengan permasalahan yang di hadapi oleh  peternak kambing lainnya  di Indonesia, yang antara lain:

  1. Kurangnya atau tiadanya  ahli dalam bidang kesehatan ternak, yang bersedia tinggal atau mengunjungi daerah peternakan yang berada di pedesaan yang jauh dari ke-glamour-an kota besar.
  2. Pelecehan oleh pejabat pemerintah dalam berbagai bentuk korupsi dan pemerasan terselubung
  3. Kekurangan hijauan pada musim tertentu
  4. Gangguan atau serangan binatang buas.

Bagaimana Jamnapari bisa sampai di Indonesia:

     Orang asing yang pertamakali membawa Jamnapari keluar dari daratan India, adalah bangsa Inggris yang menjajah daratan India pada jaman kolonial dahulu kala. Jamnapari di bawa ke daratan Eropa, kemudian ada yang di kawin silangkan dengan beberapa kambing lokal Inggris, yang sekarang sangat populer dengan sebutan Kambing Anglo-Nubian.

     Dari daratan Eropa inilah Jamnapari kemudian menyebar keseluruh penjuru dunia, bersamaan dengan menyebarnya kapal dagang bangsa-bangsa Eropa yang berlayar dan berniaga keseluruh penjuru dunia. Di Amerika Jamnapari di akui sebagai nenek moyangnya kambing American-Nubian, yang terkenal banyak susunya.

     Pada jaman Kompeni dulu , kapal dagangnya VOC kalau berlayar ke daratan Indonesia selalu datang dalam keadaan kosong ruang kargo nya, ruang kargo yang kosong ini akan di isi muatan rempah-rempah dan hasil bumi lainnya, untuk kemudian di bawa ke daratan Eropa.

    Pada suatu pelayaran kapal dagang VOC dari negara Belanda menuju Pulau Jawa di Indonesia, ada sepasang penumpang bangsa Belanda yang bernama Tuan Hollanda dan Nyonya Netherlandia. Meraka adalah pejabat perkebunan dari Belanda yang akan di tugaskan di Pulau Jawa, sebagai pengawas perkebunan yang biasanya di sebut Tuan Amtenar atau Juragan Kontrol.

   Mengetahui kekosongan ruang kargo di kapal tersebut maka pasangan tersebut membawa beberapa pasang Kambing Jamunapari peliharaan kesayangannya, yang tidak ingin mereka tinggalkan di Belanda, sehingga mereka bawa untuk di pelihara di tempat tugasnya yang baru yaitu di Pulau Jawa, tepatnya di perkebunan yang berada di  Jawa-Tengah.

     Tuan dan Nyonya tersebut selalu menyebut Kambing Peliharaannya sebagai Kambing Asal Etawah, dan selalu memperkenalkan kambingnya kepada masyarakat di Jawa Tengah sebagai Kambing Etawah, dan masyarakat Jawa Tengah menyebutnya dengan nama Kambing Etawa tanpa bunyi dari huruf H.
    Seiring berjalannya waktu dan untuk menjaga populasi kambing jamnapari, maka kambing jamnapari di kawinkan dengan kambing-kambing lokal. Dan berkembang biak sampai sekarang yang lebih kita kenal dengan sebutan Peranakan Etawa ( PE )

     Demikian kiranya sejarah atau asal usul kambing peranakan etawa. Semoga dapat menambah wawasan dan lebih yakin lagi untuk dapat menkonsumsi susu kambing etawa ini.

  

Susu kambing obat thalasemia

obat thalassemia
Thalasemia (anemia cooley) merupakan penyakit herediter yang disertai anemia hemolitik oleh kelainan intrakospuskuler yang disifatkan oleh kelainan hematologik dan kelainan pada tulang-tulang tertentu. Morfologi eristrosit menyatakan horochomia, anisositosis, poikilositosis, polichromasia, dan adanya sel-sel sasaran. Tulang tengkorak menebal dan tulang-tulang kaki dan tangan menderita osteoporosis.
Penyakit thalasemia mula-mula ditemukan di sekitar Laut Tengah dan menyebar sampai ke negara-negara Asia.

Pengobatan secara Medis
Pasien yang terkena thalasemia biasanya dianjurkan mengonsumsi suplemen folat dan menghindari pemberian obat-obatan yang mengandung zat besi dan pengoksidasi seperti golongan sulfonamid. Penderita thalasemia ini memerlukan tranfusi darah selama masa kehamilan atau ketika penderita sedang mengalami stres.
Penderita thalasemia yang berat harus mendapatkan jadwal perawatan transfusi darah secara teratur dan harus diberi suplemen folat. Operasi limpa juga harus dipertimbangkan jika terjadi peningkatan pembesaran limpa akibat transfusi darah. Deferoxamin juga harus diberikan kepada pasien secara rutin sebagai agen khelasi zat besi untuk mencegah terjadinya hemosidero¬sis (iron overhload).
Dewasa ini telah diperkenalkan salah satu penanganan thalasemia, yakni dengan cara transplantasi sumsum tulang yang allogenic. Anak-anak yang belum pernah mengalami iron overload (kelebihan zat besi) dan keracunan, organ-organ tubuhnya 80% dapat bereaksi dengan baik, sehingga mempunyai kemampuan hidup lebih panjang.

Pengobatan dengan Susu Kambing
Fungsi susu kambing dalam membantu penyembuhan pasien yang didiagnosis terkena thalasemia masih harus diteliti lebih jauh, berpengaruh secara genetik atau tidak. Pemberian zat besi kepada penderita thalasemia harus dilakukan dengan hati-hati, karena dikawatirkan bisa mengalami iron overload atau kelebihan zat besi. Kadar zat besi dalam susu kambing rendah sehingga pemberian susu kambing relatif aman walaupun nutritional value atau nilai nutrisinya sebagai salah satu dari 24 vital trace mineral dalam raw goat milk adalah all 100% available. Maksudnya, kandungan besi (Fe) dalam susu kambing rendah, tetapi pada pengonsumsi rawgoat milk, nilai nutrisinya tersedia 100%. Karenanya, pemberian Fe pada penderita thalasemia harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kemosiderosis atau iron overload. Dengan demikian, susu kambing yang kadar Fe-nya rendah, dapat dianggap relatif aman, karena ternyata tidak diakumulasikan di dalam tubuh.
Penderita thalasemia justru memerlukan asam folat. Hal ini disebabkan asam folat sangat penting untuk sintesis nucleid acid bases (ribosa nucleid acid/ RNA dan diocsiribosa nucleidatid/DNA). Kebutuhan asam folat orang dewasa yang direkomendasikan (recommended dietary allowance/ RDA) adalah 400 mcg per hari. Folacin dalam makanan kebanyakan berbentuk poly glutamate (PGA) yang sifatnya tidak stabil dan dalam proses memasak bahan makanan, fola¬cin ini akan rusak atau hilang sebanyak 80-90% sehingga hanya akan tersisa 4 mcg per harinya.
Dalam 1 liter susu kambing segar (raw goat milk) terdapat 6 mcg folat. Jadi, jika mengonsumsi susu kambing 150 cc per hari, kita akan memperoleh lebih kurang 1 mcg folacin yang nutritional value-nya all 100% available. Makanan yang mengandung folacin dengan biovailabilitas tinggi antara lain pisang, lime beans atau kacang yang menyerupai buncis dengan biji besar, hati, dan ragi, serta ditemukan juga pada sayuran hijau dan daging. Seorang pasien yang ditangani penulis, Rr. Srat, yang tinggal di Pamulang saat berumur 3 tahun Bering mengalami demam dan setelah didiagnosis oleh dokter pada bulan Juli 2001diketahui mengidap anemia dan thalasemia. Setelah diketahui mengidap kedua penyakit tersebut, pasien kemudian mendapatkan pertolongan secara medis dan mengonsumsi susu kambing sebanyak 150 cc tiap pagi. Sore hari pasien mengonsumsi yogurt sebanyak 200 cc dan pemanis berupa ekstrak atau jus bit. Setelah 4 bulan dan didiagnosis ulang, gejala-gejala penyakitya hilang dan hasil pemeriksaan darahnya juga bagus sehingga rencana pengambilan tulang sumsum untuk diperiksa secara rutin pada periode 4 dan 5 dibatalkan. Pada bulan December 2001 gejala-gejala kerontokan rambut dan bibir pecan-pecan juga sudah hilang dan pasien dinyatakan sembuh, tetapi masih tetap meneruskan pengobatan secara medis dan rutin mengonsumsi susu kambing.
sumber: sususegar.com